masih untuk kamu yang kukirimi suran cinta kemarin.
lagi.
salah lagi hari ini. aku masih saja nggak paham dengan apa yang terjadi. aku masih dan selalu melakukan yang terbaik. selalu aku beri yang terbaik.
tetap saja pada akhirnya kamu berdiam diri seolah-olah kesalahan besar telah kuperbuat, seolah-olah aku tak pernah menuruti apa yang kamu inginkan.
sesekali aku masih bisa mempertahankan kerongkonganku agar tak berteriak, aku masih bisa memperkokoh kesabaranku.
anehnya, kamu tahu tenteng ini,kamutahu tentang kemu yang suka pasang aksi diam, dan kamu bicara dengan dingin menantangku meninggalkanmu. untun sisa kesabaran mesih tertinggal dan aku hanya bilang aku akan sabar ngadepin kamu.
bahkan setelah itu nggak ada kata maaf, ngaak ada kata yang menenangka.
lalu kamu menuduhku tak membutuhkanmu lagi, kalo seperti ini siapa yang seperti orang tak butuh ?!
aku masih bertanya dan mencari jawabnya,
kenapa setiap pertemuan kita berakhir dengan aksi diam mu?
padahal awalnya semua baik bukan ? kamu masih bersikap mesra dan menyenangkan.
lalu kamu diam lagi.
entah sampai kapan aku bisa bertahan,
apa yang akan aku lakukan selanjutnya itu tergantung bagaimana kamu bersikap.
meski aku selali bilang bahwa aku akan bersabar sama kamu, tapi nggak gini juga.
sampi kapan kamu harus menguji kesabaranku?
sampaikapan kamu bikin aku ngerasa jadi orang paling tolol??
jujur saja, aku juga nggak tau sampai kapan aku bisa menahan agar emosi ini tak keluar,
sungguh rasanya ingin sekali aku teriak di depanmu tiap kali kamu melancarkan aksi diam mu.
apa masih kurang sabarku?
apa kisah lalu mu tak cukup membuatmu puas menguji kesabaranku.
kalau caramu menyayangiku dengan menguji kesabaranku dan beraksi diam.
sungguh cinta memang kejam.
-cupu-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar